Saya guru TK Kelompok B. Berikut adalah ungkapan dari anak-anak…

Saya guru TK Kelompok B. Berikut adalah ungkapan dari anak-anak didik saya di kelas.

Sebut saja si De. Saat asyik melakukan kegiatan inti, tiba-tiba si D bilang, “Bu, saya ijin keluar sebentar ya, ada perlu sama mbak (pengasuhnya)”. Setelah saya ijinkan dia keluar dan kembali dengan mbaknya. Ternyata dia mau nelpon maminya. Mbaknya justru minta tolong ke saya untuk menghubungi juragannya. Akhirnya saya menelepon maminya si De. Kemudian datanglah mami ke kelas. Si De merasa ada yang salah dengan giginya, setelah kami cek ada semacam daging gusi di rahang atas yang menonjol, si D merasa tidak nyaman sehingga dia menyentuhnnya dengan lidah, namun justru terasa sakit, jika dibiarkan tidak apa-apa. Maminya memutuskan untuk pergi ke dokter gigi sepulang sekolah.
Hal ini berbeda ketika saya kuliah dulu, ada dosen yang marah besar karena mahasiswanya asik menelepon menggunakan headset ketika beliau sedang memberi kuliah. Begitu pula saat workshop atau seminar dengan peserta guru, narasumber sering menyinggung soal HP silent ya atau mode off.

Selanjutnya ada si Dhi. Seperti biasa saat anak-anak sedang makan bekal bersama, saya mencatat buku tabungan mereka. Si Dhi menghampiri saya dan bertanya, “Bu Nurul sudah makan? Ini saya bawa roti, ada yang sudah saya gigit, ibu ambil yang masih utuh saja”. Saya lihat dia membawa potongan kue lapis pahlawan yang hits dari Surabaya. Untuk menghargainya saya pun mengambil sepotong dan mengucapkan terimakasih, kuenya enak.
Hal tersebut juga berlainan ketika ada mahasiswa yang sedang ujian PPL atau apalah istilahnya. Dosen pengujinya jangankan diberi makanan, ditawarin minum pun tidak. Alasannya sudah ada jatah dari kampus, sedangkan tempat PPL dengan kampus jauh dan tidak ada petugas dari kampus yang mengantarkan konsumsi. Padahal beliau-beliaunya sudah sepuh.

Kemudian ada si Ra. Bu, nanti kalau aku sudah besar mau beli Alphard sama Pajero, Bu Nurul nanti diajak jalan-jalan sama aku. Saya mengucapkan aamiin yaa robbal aalamiin dengan lantang. Kembali ingat masa kuliah, saya biasa memboncengkan dosen naik motor untuk mengantar beliau ke tempat nyetop angkot.

Terakhir ada si Ghi. Anak ini biasa datang terlambat dan lambat dijemput. Saya maklumi karena rumahnya jauh bingit dari sekolah, Abi dan bundanya kerja. Suatu hari, seharian dia berulang kali meminta maaf, awalnya dia bilang, “maafin Bu ya, aku tadi dianterin bunda, terlambat soalnya jalannya banjir”.

Inikah yang disebut tata krama..??

Facebook Comments

Uncategorized

8 thoughts on “Saya guru TK Kelompok B. Berikut adalah ungkapan dari anak-anak…

  1. case 1 :
    waktu kecil minta ijin utk telp ortu (cakep… 👍)
    sudah besar lagi meeting di kantor hp brisik berkali-kali (cakep… langsung di SP)
    case 2
    waktu kecil sering berbagi makanan dg teman (cakep…👍 )
    sudah besar jd pejabat berbagi “kue” korupsi dg kroninya (cakep.., disamperin KPK )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *