Sanksi/hukuman dalam proses pendidikan itu hal yg tdk bisa dipisahkan….mengingat…

Sanksi/hukuman dalam proses pendidikan itu hal yg tdk bisa dipisahkan….mengingat negara kita ini negara hukum, jd setidaknya anak didik diperkenalkan pd hukum sebab akibat guna mnanamkn rasa tanggungjawab dlm setiap tindak tanduknya, sekaligus mnanamkn keyakinan bhw ada ‘pengadilan’ yg lbh besar dr setiap perbuatan baik atau buruk. Apapun agamanya pasti mmpercayai ini….bagaimana dgn anda? (hanya boleh dijawab oleh GURU saja).

Monggo sharing…

Facebook Comments
Posted by Heru | View Post | View Group

Uncategorized

25 thoughts on “Sanksi/hukuman dalam proses pendidikan itu hal yg tdk bisa dipisahkan….mengingat…

  1. Mengenalkan hukum dengan menghukum? Untunglah Tuhan sangat baik hati karena mengenalkan hukuman (neraka) via cerita saja.

    Hukuman yang diberikan dalam proses bermasyarakat dengan hukuman yang diberikan dalam proses mendidik jelas berbeda. Dalam bermasyarakat memang hukuman memang ada. Tapi dalam dunia pendidikan hukuman hanya menunjukkan ajang pamer kekuatan si kuat kepada si lemah.

  2. Wih mantap nih analoginya. Pun penutupnya “hanya boleh dijawab oleh GURU”. Menurut saya, sejatinya, punishment diperlukan selain untuk rambu-rambu perilaku, pun jauh dari itu, untuk menghargai siswa yg telah berusaha melakukan segala kebaikan dan perbaikan. (Dengan tidak bermaksud menyudutkan seorang yg brmasalah tersebut dan itupun jika kesalahannya terlampau besar)

  3. Gendut kalau saya boleh sedikit berkomentar yg anda contohkan itu bagus sekali. Dalam istilah pendidikan menurut saya apa yg anda contohkan dengan meminta anak menulis 2-3 kali itu bukanlah bentuk hukuman (punishment) tapi itu adalah contoh reinforcement. Reinforcement sendiri dibagi dua ada positive reinforcement dan negative reinforcement. Nah yg anda contohkan menurut saya adalah bentuk positive reinforcement. Itu bagus dilakukan untuk mendisiplinkan daripada melakukan punishment.

  4. Ada satu tulisan yg mngatakan…

    “Ganjaran dan hukuman adalah sebagai alat pendidikan . Ganjaran sebagai salah satu alat pendidikan yang diberikan kepada murid sebagai imbalan terhadap prestasi yang dicapainya. Dengan ganjaran itu diharapkan anak terangsang dan terbiasa dengan tingkah laku yang baik. Sedangkan hukuman adalah tindakan paling akhir diambil apabila teguran dan peringatan belum mampu untuk mencegahb anak melakukan pelanggaran”

  5. Menurut Ibrahim Lubis, M.PdI, ada bbrp macam hukuman. Setelah larangan dan sejenisny a diberikan dan ternyata pelanggaran masih dilakukan tibalah masanya pemberian hukuman. Hukuman tidak usah selalu hukuamn badan. Hukuman biasanya membawa rasa tak enak, menghilanhkan jaminan perkenan dan kasih saying. Hal mana yang tidak diingini oleh anak/ Ini mendorong anak untuk selanjutnya tidak berbuat lagi. Hukuman menghasilkan pula disiplin. Pada taraf yang lebih tinggi, akan menginsyafkan anak didik. Berbuat atau tidak berbuat bukan karena takut akan hukuman, melainkan karena keinsyafan sendiri.

  6. Ya kita bahas apapun hrs ada referensi…kalau cm pndapat sndiri2 itu jd menduga2. Referensi jg harus pnya rujukan kan? Jd kalau ada referensi kita punya kerangka utk mmbangun persepsi kita…dan pembicaraan kita jd lbh terfokus

  7. Menurut saya yang penting anak tersebut mengetahui kesalahannya apa, menyadari kalau dia salah, bersedia minta maaf, dan memastikan dia akan memperbaiki perilakunya.. yang saya tau hukuman yang tepat untuk anak adalah menunda kesenangannya.

  8. Pola berkomunikasi, dan mengkomunikasikan apapun sebaiknya guru, mengikuti pola komunikasi peserta didik, sehingga apapun itu yg disebut metode penguatan karakter dapat tersampaikan dengan baik…dan diterima dengan baik pula oleh peserta didik

  9. SATUJUUU…. hukuman memang perlu, karna tanpa itu anak zaman now bakal makin ngelunjak, mungkin sekarang hanya memukul guru… tp nanti mungkin akan kejadian seperti di amrik sana… gak pake tangan kosong lagi tp pake AK-47 / sejenisnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *