SAATNYA PENDIDIKAN BERBICARA di PAPUA BUKAN DALAM KESUNYIAN KEBENARAN….. RANCUNYA…

SAATNYA PENDIDIKAN BERBICARA di PAPUA BUKAN DALAM KESUNYIAN KEBENARAN…..

RANCUNYA PENDIDIKAN NASIONAL di PEDALAMAN PAPUA (BAGIAN 2)

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Papua khususnya kepada kaum generasi muda dan para siswa karena sudah mengajarkan ketidak benaran selama ini dalam dunia pendidikan di Papua, merusak generasi Papua dengan tidak mengajarkan mindset yang benar.

Saya pernah melakukan banyak kesalahan dalam pendidikan Papua, yaitu sejak mengerjakan nilai raport 30 -an siswa dari semester 1 sampai semester 5 di sekolah setingkat SMA dalam semalam, sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional (2012), ketika itu saya masih di sebuah Sentani, Jadi selama 3 tahun siswa sekolah tidak pernah dapat raport, ketika mau Ujian Nasional nilai raport dikerjakan dalam semalam, nilai raport semester 1 – semester 5, bayangkankanlah teman-teman…. saya hanya kira-kira saja menulis nilai raport para siswa.
Satu dari banyak siswa yang raportnya saya kerjakan pada hari H Ujian Nasional, malah tidak masuk, karena sakit malaria, namun selama saya mengajar di sekolah tersebut, siswa tersebut tidak pernah masuk, namun namanya bisa keluar lolos Ujian Nasional,…ketika nama-nama siswa keluar sebagai peserta Ujian Nasional barulah kita buat nilai raport semester 1 – semester 5, waktu saya sangat tulus membantu, oleh pihak Yayasan, saya disuruh menjadi siswa menggantikan siswa tersebut, saya tidak bisa menolak karena kasihan…saya menggunakan seragam SMA, putih abu-abu, menggantikan siswa tersebut, ini pengalaman yang sangat buruk. Ketika saya menjadi siswa menggantikan siswa yang tidak bisa mengikuti Ujian Nasional karena sakit Malaria, pengawas UN, belum datang, namun lembar soal dan lembar jawaban Ujian Nasional sudah dibagikan, karena sudah waktunya untuk UN dilangsungkan, seorang guru langsung memberi kode untuk menulis jawaban di lembar soal dulu karena guru mau kasih kunci jawaban kepada semua peserta UN, di langsung berkata dengan cepat 1C, 2E, 3C………49 D, 50E, dan semua siswa harus siap dengan cepat mendengar apa yang dikatakan guru tersebut lalu menandai jawaban yang ada di lembar soal tersebut, sehingga nanti ketika pengawas UN datang siswa tinggal baca soal yang ada yang sudah ditandai jawabannya tadi untuk disalin di lembar jawaban. Banyak pengalaman buruk saya di bidang pendidikan.

Pernah ada seorang ketua Yayasan Kristen berkata, “Kamu masuk terus mengajar di pedalaman tetapi tidak mau mengerjakan Ujian Nasional para siswa maka kamu…”, beliau mengangkat tangannya sambil menunjukkan jempolnya ke saya, ujungnya menunjuk ke atas langit, namun beliau balik ujung jempol diturunkan menunjuk ke tanah….
Setelah itu saya hampir tidak pernah mau menemuinya lagi, saya mulai belajar untuk tidak kompromi walau apa pun resikonya. Ujian Nasional dikerjakan gurunya di pedalaman Papua adalah hal yang biasa, guru tidak bertugas juga hal biasa, kalau guru dinas asn/pns tidak datang mengajar saya gantikan, saya pernah mengajar 9 kelas, bahkan 12 kelas, SD, SMP, SMTK, di Mbua, Nduga, namun saya menikmatinya. Sebulan-dua bulan setelah saya mengajar biasanya guru dinas PNS/ASN mulai berdatangan, satu persatu muncul, namun bagi saya sepertinya mengganggu target saya, contoh ketika saya mengajar SMP sebelum guru aslinya datang, saya mengajar Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, ketika Bahasa Indonesia diambil alih guru aslinya yang PNS, walau hanya seminggu – dua minggu mengajar, lalu kembali ke Wamena, tulisan para siswa sudah kacau lagi, seperti bentuk huruf besar dan kecil tidak bisa dibedakan, padahal ketika saya ajar sudah mulai membaik, ini salah satu kendala yang saya hadapi. Kadang saya sering berpikir, tidak apa-apa sudah guru dinas ASN/PNS ambil gaji buta tidak mengajar, daripada pelajaran siswa terganggu, biar saya saja yang mengajar, supaya ada perubahan. Polemik bukan? Kepala sekolah SMP waktu itu percayakan pelajaran Bahasa Inggris kepada saya. Apakah hal ini harus kita biarkan?
……….
……….
To be continue……

Kiranya bapak Presiden Joko Widodo membaca hal ini dan menjadi masukan bagaimana ke depannya beliau bertindak untuk merombak, merubah pendidikan di Papua. Terima kasih.

Saya bersama ibu Setiani Rini S dan rekan-rekan satu visi misi, satu hati, yang peduli pendidikan formal nasional di Papua untuk bersatu dalam suatu forum membicarakan hal ini, mencari solusinya, save pendidikan di pedalaman Papua. Saya bersyukur pada akhirnya ada teman yang Tuhan kirim untuk sharing pendidikan Papua dengan saya, terima kasih, ibu Setiani Rini S, Soli Deo gloria.

Facebook Comments

Uncategorized

16 thoughts on “SAATNYA PENDIDIKAN BERBICARA di PAPUA BUKAN DALAM KESUNYIAN KEBENARAN….. RANCUNYA…

  1. Sepertinya masih banyak yang kondisinya seperti gambaran di atas sampai saat ini. Seperti cerita saudara saya yang pernah mengajar di daerah timur Indonesia selama tahun 2016-2017.
    Semoga akan banyak putra daerah tsb yang semakin melek pendidikan.

  2. inilah penderitaan seorang guru sejatinya.. melebihi masalah gaji dan kesejahteraan… ketika hati nurani dan idealisme tersobek-sobek dg keadaan sekitar… Smoga Bapak senantiasa dlm perlindungan Tuhan dan diberikan petunjuk apa yg smestinya Bapak bisa lakukan (utk saat ini & utk menyelamatkan masa depan siswa). Tetap menabur kebenaran dan kebaikan di dlm hati siswa, itulah yg tak kan lekang oleh waktu.. terkadang dlm himpitan berbagai masalah sosiografis yg kompleks ini kita harus cerdik sprti ular dan tulus sprti merpati.. Salam 🙏

  3. Bukan hya di Papua , di t4 lain jga ada terjdi seperti i2 guru memberi kunci jawaban kpda siswa x semata utk mengejar gengsi dan menyenangkan atasan krna peserta ujian lulus smua dgan nilai sangat baik atas cmpur tangan guru x

  4. Ikut prihatin…
    Tp kejadian sprti ini tdk hnya terjadi d papua… tp jg d pelosok indonesia lainnya…
    Kejadian seperti ini sudah menjadi kebiasaan yg tersistem…
    Memang sulit melawan arus…
    Tp usahakan jgn mengikuti arus…

  5. share di sini juga menjadi bagian perjuangan bpk …. siapa tahu dengan waktu yg terus mengiringi keikhlasan bpk seperti ini diikuti oleh banyak pemuda yg cinta tanah air untuk ikut berjuang dan terus melanjutkan perjuangan bapak membuat sistem penyelenggaraan dan proses pendidikan menuju yang lebih baik … Aamiinn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *