Pernahkah para guru mengajak anak didiknya ke penjara sekedar memberikan…

Pernahkah para guru mengajak anak didiknya ke penjara sekedar memberikan pengarahan bahwa di perjara itu tidak enak sambil memberi tahu
Ini lho nak hukuman untuk perncuri sambil berinteraksi dgn napi biar suatu saat mereka tidak jadi pencuri

Facebook Comments

Uncategorized

25 thoughts on “Pernahkah para guru mengajak anak didiknya ke penjara sekedar memberikan…

  1. Wah… Mana boleh itu… Ada ketentuan usia utk masuk lapas… Sy aja yg pelayanan lapas tiap akhir bulan ttp dag dig dug. …masak kudu bawa siswa kemari???…eh, maaf… Anda seorg guru/pendidik bukan???

  2. Apapun metode mendidik yg digunakan ttap baik asalkn tujuannya baik dan selalu ada situasi dan kondisi yg sesuai utk metode tertentu. Bnyk metode mendidik yg bisa diterapkn…ini mrupkn salah satunya. Mmperkenalkn pd anak ttg sebab akibat dr perbuatan sekaligus sbg shock teraphy. Mendidik itu tidak melulu mmperkenalkn hal2 yg baik, bsa bikin anak didik bosan. Hrs ada kombinasi, kolaborasi dan variasi spy tdk monoton…sekaligus mngajak anak berfikir kritis dgn mnghadapkn anak pd situasi yg tdk biasa….

    Jd kesimpulannya utk metode ini sy jg setuju…

  3. …sebaiknya tidak terlalu ‘strike’ dlm memajankan materi ajar kontekstual pd siswa. harus bijak memilah dan memilih kapan melakukan pmbelajaran kontekstual (on the spot)….

    …untuk diingat bhw usia peserta didik yg teenagers adlh usia yg bagus dlm memorizing objek skligus rentan trhdp dampak negative psikologis yg bs berdampak traumatis…

  4. Emang mudah ke lapas? Sbg info, keluarga napi untuk jenguk sj susah. Jam kunjungan yg terbatas plus tempat yg kurang memadai saat jam besuk. Belum prosedur yg ‘berbelit’ untuk sampai ke ruang kunjung.

  5. Pernah. Sy bawa ke rutan anak. Namun cara yg sy gunakan bikin acara dg anak2 disana dg maen games dll… Dan makan bersama. Lalu saya minta para murid unt menuliskan perasaannya selama berada di rutan. Setelah itu baru kami diskusi ttg makna Penjara khususnya Rutan Anak.

  6. Dulu ktk di SD, guru saya tdk pernah mengajak muridnya pergi ke penjara, tapi pada akhirnya saya paham arti dari apa itu penjara /lembaga pemasyarakatan/rutan atau apa pun namanya…

  7. Dengan mengajak anak ke lapas para pelaku korupsi itu lebih baik supaya anak anak generasi yg akan datang supaya tak melakukan korupsi
    Seandainya para murid bertanya kenapa tidak boleh korupsi yg pastinya guru akan menjawab korupsi itu mengurangi hak orang lain /memotong sebagian hak orang lain dan hukumannya penjara namun susah untuk menjelaskan penjara itu seperti apa?

  8. Ke penjara? Trus mereka liat napi di balik jeruji? mereka berjalan dari satu sel ke sel lain? Walau yg d dalam itu org bersalah tapi saya msh merasa mereka gak layak di pertonton kan… ntah lah…

  9. Bukan cara yg baik dan bukan objek pembelajaran.
    Dengan mengajar dan mendidik akhlak anak2 untuk bisa bedakan perbuatan yg benar dan salah, itu sdh lebih dari cukup.
    Membawa dan memperlihatkan kondisi lapas dan tahanan pd siswa dibawah umur 18 thn, bukannya memberikan pencerahan, tapi sebaliknya dpt membuat traumatik psikologis.

    Sama saja dgn aturan rmh sakit, dmn usia anak2 tertentu dilarang dibawa masuk untuk ikut bezoek pasien adalah bukan soal dijhawatirkan tertular penyakit, tp juga menghindari traumatik melihat deretan pasien dgn segala alat dan obat2an atau botol infus yg bertebaran didepan mata mereka.

    Bijaklah dlm memi!ih tema pendidikan visual untuk anak2..

  10. Lapas adalah daerah terbatas. Kalau sampai masuk tidak diperbolehkan meski dengan alasan untuk pembelajaran. Kalau ingin mengajarkan tentang materi tsb, bisa melalui video, foto, gambar, atau bermain peran. Tidak perlu berkunjung langsung ke penjara.

  11. Justru efek traumatis dlm hal ini bisa mmbuat anak berpikir dua kali utk melakukn kejahatan…knp ya kbanyakan org mnghindari “shock therapy”?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *