Oleh: Nanang Djamaludin*     DI BANYAK kesempatan, Menteri Kelautan…

ALASAN NEUROSAINSIS DAN ANTROPOLOGIS MENGAPA ANAK HARUS GEMAR MAKAN IKAN

Oleh: Nanang Djamaludin*

….Selain alasan yang bersifat neurosains sebagaimana saya uraikan di atas, sebenarnya ada satu alasan lagi dari sudut kajian antropologis yang mungkin bisa lebih memotivasi kita lagi dan juga anak-anak kita untuk selalu gemar makan ikan.

Tahukah Anda, bahwa berat otak manusia purba selama jutaan tahun tidak pernah melampaui 500 gram. Dengan kata lain, sepanjang jutaan tahun pertumbuhan otak manusia purba mengalami kemandegan. Padahal jika dibandingkan dengan manusia modern yang hidup saat ini berat otaknya mencapai 1300-1400 gram.

Mengapa gerangan yang membuat begitu lambat perkembangan otak manusia purba?

Ternyata penyebabnya….

http://jaranan.org/alasan-neurosainsis-dan-antropologis-mengapa-anak-harus-gemar-makan-ikan/

Salam Anak Nusantara

Oleh: Nanang Djamaludin*     DI BANYAK kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selalu tampil semangat dalam mengkampanyekan gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) kepada masyarakat, termasuk anak-anak dan kalangan pelajar. Dalam pandangan Menteri Susi, kegemaran makan i…

Facebook Comments

Uncategorized

1 thought on “Oleh: Nanang Djamaludin*     DI BANYAK kesempatan, Menteri Kelautan…

  1. Alasan neurosainsis

    Salah satu zat gizi yang amat penting bagi pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan anak adalah protein. Dan sumber makanan yang mengandung banyak sekali protein adalah ikan, yang begitu amat melimpah sebagai salah satu potensi kekayaan alam Indonesia.

    Selain kaya akan protein, ikan pun mengandung asam lemak essensial omega-3 jenis DHA (decosahexaenoic acid) yang amat baik bagi kesehatan. Sebab, berkemampuan menciutkan risiko penyakit jantung, mencegah tekanan darah yang menjulang, menghambat proses kepikunan termasuk alzheimer, serta mampu menekan risiko penyakit-penyakit autoimmun dan masalah emosional.

    Sementara alphanya atau kurangnya asupan omega-3 DHA pada seseorang, termasuk usia anak, kerap terkait dengan disfungsi otak, penyakit mental, rendahnya IQ, dan naiknya risiko cacat mental.

    Ketika seorang anak kekurangan protein dan omega-3 DHA, maka proses tumbuhkembang otaknya akan mengalami hambatan. Hal ini mengingat protein dan asam lemak omega-3 itulah yang berperan dalam perkembangan otak anak. Yakni dengan menopang terjadinya koneksi (persambungan) antara dendrit dari neuron (sel otak) yang satu dengan akson dari neuron yang lain di dalam otak, yang disebut sinaptik.

    Sebagaimana diketahui, terdapat terdapat 100 milyar neuron pada otak manusia, yang mana pada tiap neuron itu terdapat satu badan sel, puluhan ribu dendrit, dan umumnya memiliki satu buah akson yang bercabang dan beranting sehingga memungkinnya berkoneksi dengan dendrit dari neuron-neuron lainnya. Dan terdapat sekitar lebih dari 1000 triliun titik sambungan sinaptik.

    Pada tiap akson dilapisi pembungkus berselaput lemak yang disebut mielin. Dan mielin dari lemak halus omega-3 lah yang sangat baik dalam menyokong koneksi sinaptik dan proses pengantaran pesan dari sel yang satu ke sel lainnya. Sedangkan lemak kasar, dari jenis asam lemak omega-6, yang biasanya terdapat pada makanan ala Barat, makanan cepat saji, dan goreng-gorengan, amat menghambat komunikasi antar sel.

    Kecepatan penghantaran pesan neuron bermielin yang baik adalah sekitar 120 meter/detik. Sedangkan neuron tidak bermielin cuma 0,7 – 2,3 meter/detik. Kecepatan penghantaran pesan itu menentukan tingkat kecerdasan anak. Di sinilah mielin memegang peranan penting.

    Bila dikatakan sebuah otak bekerja dengan baik, hal itu berarti persambungan sinaptik dan proses pengantaran pesan di dalam otak berlangsung lancar.

    Semakin banyak dan kompleks koneksi yang mampu tercipta secara aktual antara dendrit dari neuron yang satu dengan akson dari neuron yang lain di dalam otak anak, yang mana hal itu terbentuk melalui rangsangan dan proses pembelajaran anak menggunakan segenap inderanya, yang juga sangat ditentukan oleh sokongan zat gizi terutama protein dan omega-3 DHA yang dikonsumsinya, sesungguhnya itulah yang menandai tingkat kecerdasan yang dimilikinya.

    Dengan kata lain, kualitas kecerdasan seorang anak itu tergantung pada semakin banyak dan kompleksnya koneksi sinaptik yang berhasil tercipta di dalam otaknya, disertai kecepatan pengantaran pesan antar neuron. Dan semuanya itu ditunjang oleh keberadaan zat-zat gizi yang bisa diperoleh lewat mengkonsumsi ikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *