Mengingat bahwa para guru adalah pembawa info yang akurat dan…

Mengingat bahwa para guru adalah pembawa info yang akurat dan bermanfaat bagi para muridnya, saya mengusulkan agar grup ini membahas fenomena adanya cacing dalam ikan kalengan.

Sejak zaman orang tua kita, zaman kita, hingga zaman anak didik kita sekarang ini, murid diberikan ilmu yang benar tentang adanya cacing dalam daging sapi, kambing, ikan dlsb, sehingga kita disarankan memasak bahan daging tersebut agar apabila ada cacing yang berbahaya bagi tubuh manusia, cacing tersebut mati karena temperatur tinggi.

KIta juga diajari tentang adanya kebiasaan orang tertentu seperti orang Jepang yang memakan daging sapi/ikan mentah, ini membuktikan juga bahwa cacing berbahaya pun sebetulnya akan mati dalam lambung kita karena sekresi asam lambung. Toh jarang ada berita adanya orang Jepang yang mati karena cacing.

Kita juga tahu, tidak mungkin ada produsen daging/ikan kalengan yang sistem pengolahannya bisa mengeliminir cacing dalam produknya.

Mungkin tulisan dr. Handrawan Nadesul tentang cacing dalam ikan kalengan layak dishare di grup para guru ini.

Mencari manfaat ilmu yang baik.

Facebook Comments

Uncategorized

23 thoughts on “Mengingat bahwa para guru adalah pembawa info yang akurat dan…

  1. makan sendiri saja kalau panjenengan mau 😊

    uwong jepang yo wis ben kono2 makan daging mentah. terserah mereka.

    kita punya budaya masak sendiri yg sesuai dengan lidah dan kekayaan kuliner kita tak terbantahkan terbanyak dan terlezat di dunia.

    #semoga bermanfaat

  2. kalau sudah dijual apalagi dikalengkan, seharusnya sudah ada proses semacam sterilisasi. Kalau masih ditemukan cacing berarti memang belum layak jual. Kemungkinan ada cacing dalam daging (ikan/hewan) memang ada, tapi bukan sebagai pembenaran untuk menjual makanan yang mengandung cacing.

  3. Proses pengolahan sejak awal kurang baik. Terus cara penyimpanan nya kurang tepat. Akhirnya keluar cacing tersebut. Menurut saya gak layak konsumsi. Wong sudah ada cacing nya

  4. geli akh, gak mau makan lg… dah yg aman aja makan sayuran sblm diolah rendam dulu ama air garam lalu cuci ama sabun yg buat sayuran… kl mau makan ikan tinggal mancing ada pemancingan gratis disini banyak, ikan nila, ikan mas, ikan patin, udang jg ada, jd msh seger ngolahnya… asal mau mancingnya, malas mancing ada yg jual msh hidup, hidup pilihan ada berita gituch ttg cacing ya uwis jgn dikonsumsi lg, gituch aja koq repot… hee.

  5. High numbers in Japan and Spain
    Miguel Bao, a doctoral candidate in systems biology at the University of Aberdeen who was not involved in the new study, said Japan sees about 2,000 to 3,000 cases of diagnosed anisakiasis each year.

    Orang Jepang dan Spayol terinfeksi cacing dari ikan tiap tahun…

    Sumbernya?

    Silakan google…

  6. Kalau orang terinfeksi cacing sih di mana pun di seluruh dunia pasti banyak, karena cacing yang masuk melalui makanan kita berukuran kecil, pasti sering lolos dari pengamatan kita ketika kita makan. Yang paling mungkin dilakukan ya makanan dimasak supaya cacingnya mati. Dalam kegiatan hidup manusia, tidak mungkin kita bisa memastikan bahwa tidak ada cacing berukuran kecil dalam makanan kita, baik itu makanan kalengan ataupun bukan kalengan.

  7. Kirain dg fenomena yg berkembang arah akan dibelok bahwa cacing bagi tubuh “tidak bahaya” karna katanya sulit dihilangkan dan kbetulan jg ktanya jg mengandung pro***n .

    Oo. Ternyata Cacing tetap “berbahaya” bagi tubuh..

    Berarti tetap perlu obat cacing, dan produsen obat cacing msh tetap bisa “bernafas lega..”

  8. Mengapa dimakan kaleng ada cacing; saya jadi ingat waktu praktek ipa di smp mengenai teori fransisco redi. Dua toples diisi makan yang dinyatakan steril, satu toples dibiarkan terbuka satu toples ditutup rapat. Seminggu kemudian diperiksa; toples yg terbuka banyak diisi binatang, sedang toples yg ditutup ya tidak ada binatang apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *