Mengapa saat ada pernyataan yang tak kita sepakati masih kita…

Mengapa saat ada pernyataan yang tak kita sepakati masih kita sebutkan ‘kegagalan’ paham yg punya statement? Itu menunjukkan belum siapnya kita berbeda pendapat. Padahal komen berbeda sangat dimungkinkan, malah akan menjadi pengayaan. Terima kasih utk yg dgn sangat elegan memberikan pendapat yang berbeda yang malah memperkaya sebuah cara pandang terhadap realita. Bapak/Ibu guru di sini bisa memberi contoh yang baik bagaimana memaknai sebuah posting yang tak kita sepakati. Bagi yg masih belum bs menghargai perbedaan dengan membahas pribadi n cara pandang yang berbeda dengan mengatakan “Si A gagal paham” atau “Si B mestinya begini nbegitu” sepertinya itu komen tak perlu. Sampaikan saja perbedaan pandangan Bapak/Ibu. G perlu bilang yang menjurus pada menjudge kepribadian atau kualitas berpikir seseorang. Indonesia akan semakin cerah bila gurunya memberikan contoh menghagai berbagai perbedaan. Kalau gurunya tak bisa menerima yang berbeda, bagaimana siswanya …? (Kesimpulan smtr dr lapak ttg sebuah iklan)

Facebook Comments

Uncategorized

14 thoughts on “Mengapa saat ada pernyataan yang tak kita sepakati masih kita…

  1. Saya sudah biasa mbak berbeda pendapat dan bahkan langsung didelete atau langsung dibuang. Eeeh saya maafin saja mereka belum banyak baca dan pola pikirnnya masih kerdil dan kadang2 bersikap koyo pinter2o dewe. Apakah mereka itu masih guru? Wallahu alam.

  2. Setuju, Beri kebebasan untuk berfikir, berkreasi, bertindak. Bagi yang ada di level atasnya, pantau terus syukur ada arahan tindakan senada tuk perbaikan jika diperlukan. Bagi yang sepadan maju bersama walau jalan agak beda.
    Tapi jangan lupa, toleransi tetep ada batasnya, bebas tapi jangan melibas.

  3. setuju.. kdg kita menyuarakan kebenaran dianggap sok pinter.. klo merasa tdk sepaham sampaikan saja, bukan main report… Saya pernah sharing pengalaman jatuh bangun menekuni profesi ini utk meneguhkan bhw inilah panggilan hidup kita.. eh malah dianggap “too good to be true”, postingan sy direport sbg spam dan dihapus FB, shg sy hrs klsrifikasi ke FB. Skrg kiriman sy sdh dipulihkan. Soal berbeda pandangan marilah kita gentle, jujur dan ungkapkan dg cara terhormat. Bukan kekanak-kanakan, krn opininya disanggah lalu main belakang, main report utk menenggelamkan akun orang lain yang tdk sepaham.. Maaf Bapak Ibu, yg tdk merasa melakukan itu jgn tersinggung.. Saya percaya rekan-rekan guru yg positive thinking dan behave dlm berdiskusi di sini jumlahnya jauh lbh banyak.. Shg saya pun gabung kembali karena ingin belajar lebih banyak lagi dari Bapak Ibu.. Salam 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *