Mari kita belajar meniru kepribadian seoarang guru di zaman dulu….

Mari kita belajar meniru kepribadian seoarang guru di zaman dulu. Ikhlas dalam mengajar, tanpa menharap imbalan apapun.

Facebook Comments

Uncategorized

13 thoughts on “Mari kita belajar meniru kepribadian seoarang guru di zaman dulu….

  1. Iya betul.

    Siswa skrg adalah produk dari siswa zaman pertengahan…

    Artinya, anak anak skrg adalah hasil dari siswa zaman pertengahan, sedangkan siswa zaman pertengahan sudah lebih modern sedikit…

    Ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan teknologi

  2. Teringat seorang guru sekolah dasar. Yg dulu membibing ku di sekolah.
    Saat makan bersama dengan muridnya, dia selalu menyuruh murid2 nya makan terlebih dahulu. Kmudian klo muridnya sudah kelihatan kenyang, baru dia mau makan. Dia begitu mengutamakan gizi dan pertumbuhan murid murid nya. Oh..masih kuingat jelas betapa tulusnya sang guru ku, satu satunya guru yg paling tulus di dalam pendidikan formal.
    Ketika kami lulus SD, dia memberikan bantuan uang untuk siswa yg kurang mampu, agar dapat melanjutkan pendidikan di smp. Padahal saya masih ingat betul bahwa guru ku itu bukanlah orang yg kaya. Melainkan kehidupanya sangat sederhana.
    Itulah yg melekat di dalam jiwaku nasehat dari sang guru. Yg selalu ku ingat dalam kehidupan ini.
    Hormatilah ke dua orang tua mu
    Sayangilah ke dua orang tua mu
    Mulia kan lah ke dua orang tua mu
    Bahagiakanlah ke dua orang tua mu
    Niscaya hidup mu akan berkecukupan.

  3. Menurut saya ikhlas itu masalah hati, tapi kalau untuk masalah pangan, sandang, papan itu adalah hal berbeda yang harus dipenuhi dengan cara yang berbeda pula. Jangan digeneralisasi antara kebutuhan dengan keikhlasan.
    Tidak adil rasanya jika guru mengeluh gajinya tidak dibayar, atau dibayar kecil dianggap tidak ikhlas. Bagi saya itu fikiran yang picik. Memangnya anak dan istrinya harus dikasih makan rumput yang bisa dicari gratisan?
    Iya, memang rezeki ada di tangan Allah, tapi kan semua harus dengan ikhtiar.
    Saya harap semoga Sahabat di sini bisa memisahkan bahwa antara gaji, dengan keikhlasan itu adalah hal berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *