Maaf apabila saya salah. Akhir akhir ini saya sering liat…

Maaf apabila saya salah.

Akhir akhir ini saya sering liat beberapa postingan beberapa orang yg menyinggung tentang masalah kesejahteraan.

Bagi saya itu sebuah aspirasi. Dan buat ladang diskusi. Paling tidak kita tahu bahwa memang dilapangan seperti itu.

Keluh kesa wajar toh kita sebagai manusia biasa.

Paling gk mohon maaf jangan menghujat. Apalagi bilang orang lain tidak ikhlas. Padahal kita belum mengenal perjuangan mereka dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik.

Sekali lagi mohon maaf apabila saya salah

Facebook Comments

Uncategorized

7 thoughts on “Maaf apabila saya salah. Akhir akhir ini saya sering liat…

  1. Ada sedikit cerita nih. Jadi inget beberapa bulan lalu. Sempat ngumpulin uang untuk beli proyektor dari gaji honorer yg pada saat itu 250.000 dan harga proyektor 2 juta. Alhamdulillah akhirnya berjalanya waktu terbeli juga sebuah proyektor bekas merk cannon. Awalnya niat beli proyektor ini untuk membuat inovasi dalam proses pembelajaran karena maklum di sekolah belum pakai proyektor. Beberapa bulan berjalan, saya setiap malem terus begdang untuk menyiapkan materi berupa Power Point/ video agar materi mudah diterima anak2. Tapi lama2 kelamaan entah apa yg terjadi, semangat menyiapkan materi itu perlahan2 melemah, capek sekali tiap malem harus begadang dan sangat ribet sekali, sempat saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah ini pertanda rasa ikhlas saya mulai memudar? Apakah ini pertanda jiwa pengabdian saya sudah mulai masuk masa tenggang? Akhirnya, dengan berat hati saya jual itu proyektor, untuk mencoba pekerjaan sampingan sebagai peternak jangkrik. Ya, peternak jangkrik. Ketika murid2 saya bertanya “pak proyektornya kemarin mana?” saya mejawab jujur bahwa benda itu saya jual, sudah saya wujudkan kandang jangkrik, karena bpk sekarg punya usaha sampingan sebagai peternak jangkrik. Serentak mereka tertawa. Mereka kira saya bercanda, padahal hal itu benar2 terjadi. Dan sekrg usaha saya bangkrut, proyektor saya melayang, sebuah benda yg sangat bermanfaat dan saya mebelinya penuh dengan perjuangan. 8 bulan puasa gaji. Untuk kebutuhan sehari2 saya sempatkan menyapu dan mengepel di sebuah perguruan tinggi dimana tempat saya menuntut ilmu. Ya….

  2. Honor guru masih jauh dari honor pabrik sdh.umr, honor guru dibawah jauh umr bisa 1/10nya , mohon ada usulan agar kesehateraan guru diperhatikan disamping tentu iklas..dlm.mengajar

  3. Sayang sekali kalau buat postingan curhatan tentang kesejahteraan ada yang menghujat dan bahkan ada yg melontarkan kalimat “Kenapa dulu jadi guru? ”
    Ini seolah-olah guru itu ditakdirkan untuk bergaji rendah dan hidup susah. Padahal itu sebuah bentuk ketidakadilan. Mana mungkin kita harus berdiam diri mau saja dibegitukan? Minimal jadi pembaca saja yah tidak usah menghujat. Mudah memang mengatakan “Harus ikhlas.. Dan lain-lain” karena mereka sendiri tidak merasakan hal yg sama. Mrk sudah berada di level sejahtera dan level aman. Kalau saja mrk masih berada di level kurang sejahtera, pasti akan melakukan hal yg sama: Berusaha memperjuangkan nasib untuk berada di level sejahtera. Mengeluarkan uneg-unegnya disini kan termasuk salah satu cara untuk memperjuangkan nasib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *