Lagi hangat pembicaraan pro-kontra guru dari lulusan non-LPTK. Sebagai masyarakat…

Lagi hangat pembicaraan pro-kontra guru dari lulusan non-LPTK.
Sebagai masyarakat awam yg bukan Guru, maka saya lebih memilih berada ditengah-tengah sehingga hanya bisa memberi saran yg mungkin juga tidak populer :

1) Sebaiknya lulusan non-LPTK tidak dilarang untuk berkarya menjadi guru, tetapi dengan syarat dan ketentuan khusus.

2) Sarjana non-LPTK yg berhak untuk menjadi guru adalah untuk bidang ilmu yg mutlak memiliki kekhususan yang tidak ada dan tidak diperoleh pada pendidikan LPTK.

3) Karena hal itulah maka menjadi PR besar bagi seluruh organisasi profesi guru untuk mampu mengajukan usulan perubahan UU guru dan dosen yg berlaku saat ini hingga menjadi benar2 dirubah oleh pemerintah.

4) OP Guru harus mampu menunjukan data komprehensif yang menjadi alasan harus dibatasinya penerimaan guru dari lulusan non-LPTK tsb.

5) Uji materi yg diajukan oleh penggugat dan ditolak oleh MK beberapa waktu yg lalu, saya nilai alasannya memang sangat lemah, sebab yg mereka ajukan adalah meminta penghapusan klausul seluruh sarjana boleh mengajar.
karena jangankan sarjana, bahkan lulusan SD juga boleh mengajar selama dirinya dinilai mampu.
Seharusnya adalah mengajukan revisi untuk diganti dengan pembatasan khusus yg berlaku pada keilmuan yg memang tidak dimiliki oleh lulusan LPTK.

Bagaimana sekarang OP Guru menyikapi ini? Semua kembali pada anggota OP Guru masing2….

Facebook Comments

Uncategorized

8 thoughts on “Lagi hangat pembicaraan pro-kontra guru dari lulusan non-LPTK. Sebagai masyarakat…

  1. Msalahnya regulasinya sdh ada dan jelas. Bhwa lulusan S1 berhak jdi guru. Sehingga saran mas anang, baiknya diteruskan ke pemerintah. Tdk bsa lagi diajukan JR ke MK dgn objek yg sama, krn keputusannya sdh ada. Kcuali buat UU baru.
    (koreksi jika salah)

  2. Andri Adi Mustika ya betul sekali.
    Itulah yg saya maksudkan seluruh OP Guru hrs satu visi dan misi. Bukan niatnya untuk menghalangi lulusan non-LPTK, tetapi dengan pertimbangan dari sisi manfaat dan mudharatnya mengingat lulusan LPTK juga sdh sangat banyak sehingga hrs diberikan perhatian dan solusi yg tepat.

    Maka seharusnya seluruh OP guru secara bersama2 mengajukan usulan amandemen perubahan UU Guru dan Dosen kpd pemerintah dan DPR.

  3. Termasuk klo sya, legitimasi defenisi/status guru dll UUGD. Dlm UUGD guru disebut pendidik profesional yg memiliki sertifikat pendidik/telah lulus sekolah dan ujian profesi.
    Nah, seseorg yg ngjar dikelas formal/sekolah tanpa sertifikat pndidik. Jelas, mallpraktik.
    Sebab itu, defenisinya perlub diperbarui, mengakomodir status pengjar2 yg lain yg berdedikasi dan mumpuni yg blum sertifikasi hanya krn persoalan teknis.

    Legalitas status itu pnting..

  4. Jelaslah, ksus2 sprti itu, tdk bsa dihindari.
    Klo saya hakim, sy akan menghukum berat pengjar itu. Bgm dia bsa mengjar tanpa sertifikat pndidik. Pantas saja dia bermasalah diskolah krn melakukan mallpraktik dlm pndidikan.
    Mau apa klo bgtu????

    Ini yg hrus dihindari..
    Sebab itu dari dlu sy bhas ini digrup2.
    Dan menjadi keresahan saya.
    Hanya mungkin kurang direspon.

    Sya pun blum bersertifikat pndidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *