Kesalahan FATAL seorang murid adalah MENJELEK-JELEKKAN bahkan MEMUSUHI GURUNYA. Lebih…

Kesalahan FATAL seorang murid adalah MENJELEK-JELEKKAN bahkan MEMUSUHI GURUNYA.

Lebih kronis lagi, apabila ihwal ini didukung penuh oleh orangtua santri. Parah!

Yah, itulah sebagian pemandangan miris di lingkup pendidikan. Apakah di sekolah umum atau pondok pesantren.

Tak heran, saya pernah dapat kisah beberapa santri yang berkata kepada gurunya:

-“Ustadz apa anjo.”
-“Sunda*a (bahasa kotor)”
-“Mau berkelahi ustadz?”
-dsb

Inilah kejahilan anak didik yang kadang tidak diketahui oleh orangtuanya. Anak yang diharapkan baik lisannya kepada guru, malah lisannya BERVIRUS.

Ilmu apa yang mau didapatkan anak seperti ini?

Apa niat anak ini belajar?

Dimana peran orangtua selama ini dalam mendidik anak menjaga adab kepada guru?

Miris.

Ingatlah, Nak, ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Diantara hak seorang ‘alim (guru) atas dirimu adalah:

✔semestinya engkau mengucapkan salam kepada semua yang hadir dan memberi salam yang lebih khusus kepada (guru)nya,
✔duduk di hadapannya,
✔tidak menunjuk-nunjukkan tangan ke arahnya,
✔tidak memelototkan mata kepadanya,
✔tidak banyak bertanya kepadanya, tidak sok tahu terhadapnya,
✔tidak mencacinya jika salah,
✔tidak memaksanya jika telah letih,
✔tidak menarik bajunya ketika bangkit,
✔tidak membuka rahasianya,
✔tidak menggunjingnya di hadapan orang lain,
✔tidak mencari-cari kesalahannya.
✔Jika ia salah bicara harus dimaklumi, tidak boleh berkata di hadapannya: “Aku mendengar fulan berkata begini yang berbeda dengan pendapatmu”
✔Jangan mengatakan di hadapannya bahwa ia adalah seorang ulama,
✔jangan terus menerus menyertainya,
✔jangan sungkan-sungkan untuk berbaik hati kepadanya,
✔jika diketahui ia mempunyai suatu keperluan, maka keperluannya harus segera dipenuhi.

Kedudukan dirinya adalah seperti pohon kurma, sementara engkau menantikan apa yang akan jatuh darinya.”
[Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam kitab Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi (1/129)]

Untuk para orangtua, nasihatilah anakmu agar menjaga adabnya.

Mengapa hal itu penting?

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

“Dianjurkan bagi seorang murid untuk menyucikan jiwanya terlebih dahulu dari akhlak yang hina dan sifat-sifat yang tercela, karena ilmu adalah ibadah hati. Dan mengurangi keterikatannya dengan segala kesibukan dunia, karena kesibukkan dunia menjadikan pikiran seorang murid itu bercabang sehingga di dalam menerima hakikat ilmu juga terbatas.”
[Mukhtashar Minhaajul Qaashidiin (22-24)]

Na’am

#CelotehKP
#Copas

Facebook Comments

Uncategorized

1 thought on “Kesalahan FATAL seorang murid adalah MENJELEK-JELEKKAN bahkan MEMUSUHI GURUNYA. Lebih…

  1. Kayaknya yg begini….. bakalan hilang dari negeri tercinta ini…..
    Karena kata “mereka” itu
    – kuno alias jadul.
    – tak ada dasar teorinya
    – tdk brsal dri negara maju
    – dan lain2… alsan…
    Menyedihkan dan Prihatin melihat kemana arah dan tujuan pendidikan di negeri ini.
    Begitu mudahnya menolak yg baik tapi tak dapat menggantikan dengan yg lebih baik… ????????
    Saya sependapat dg status ini bahwa ada “VIRUS” dan itu nyata.. tapi kenapa kok banyak penyokongnya???
    Semoga generasi kita diselamatkan dari “VIRUS” dan orang2 yg menyebarkanya. Amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *