Eko (45), guru SMK di Kabupaten Tangerang belum menerima gaji…

Eko (45), guru SMK di Kabupaten Tangerang belum menerima gaji dari jerih payahnya mengajar.

Ia kelimpungan untuk menghidupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Terlebih lelaki berusia 45 tahun ini mempunyai tanggungan istri serta empat orang anaknya.
.
“Sudah dua bulan ini belum mendapatkan gaji,” kata Eko di Tangerang, Selasa (27/3/2018).
.
Eko mengatakan, penyebab permasalahan tersebut karena dana bantuan operasional sekolah (BOS) di sekolahnya belum keluar.

Dana BOS belum bisa keluar juga berdampak kepada guru honorer lainnya. Dana BOS terlambat disalurkan dari Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten.
.
“Saya jadinya pinjam-pinjam ke saudara buat makan keluarga,” kata Eko.

Hal senada diungkapkan guru lainnya yakni Dedi (36). “Keluarga malah sempat seharian tidak makan, harus cari pinjaman ke mertua,” kata Dedi.

Gubernur Banten Wahidin Halim marah setelah mendengar lambatnya penyaluran dana BOS ke sekolah.

Ia memerintahkan ajudannya untuk menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Banten agar dana BOS bisa diproses cepat.
.
“Coba telepon Dinas Pendidikan. Tanyain dana BOS sudah sampai mana,” kata Wahidin.

Pria yang disapa WH itu mengatakan, perlu dicari tahu siapa yang bertanggung jawab terhadap lambatnya penyaluran dana BOS.
.
“Nanti kalau ada bukti kami sikat siapa yang menghambat. Soal didepositokan boleh saja kami curigai, tapi persoalan administrasi saja,” katanya.

Mantan Wali Kota Tangerang ini meminta bila ada bukti yang menghambat penyaluran dana BOS dan pelanggaran lainnya, bisa dilaporkan kepada dirinya.
.
“Coba cari tahu, kumpulkan informasi. Kalau memang dapat buktinya kasih tahu saya, biar kami sikat,” kata Wahidin.

Facebook Comments

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *