Dikala Atlit lebih dihargai daripada Penulis Mari kita coba memikirkan…

Dikala Atlit lebih dihargai daripada Penulis

Mari kita coba memikirkan sebuah perbedaan antara penghargaan dan kemuliaan.

Seorang guru adalah sosok yang tentunya begitu dekat dengan kita. Bahkan ia sangat berjasa terhadap kesuksesan yang kita dapatkan hingga saat ini.

Namun pada realitanya, guru adalah sosok yang paling jarang mendapatkan penghargaan. Namun meski jarang menuai penghargaan, tetapi sang guru adalah sosok insan mulia. Karena merekalah yang mendidik bangsa ini agar terkendali.

Lihat saja bagaimana seorang guru dihadapan hukum. Ketika mereka (para guru) mencubit murid mereka karena merokok, justru guru tersebut harus menghadapi sel penjara.

Perhatikan juga bagaimana seorang guru dihadapan masyarakat. Mereka hanya di gaji dengan nilai materil yang jauh dari gaji para aparat pemerintah.

Sedangkan di sisi para siswa, guru kerap menjadi aktor yang paling di benci karena dianggap mengganggu kesenangan di masa-masa muda para siswanya.

Itu artinya, terkadang yang mulia malah terabaikan tanpa penghargaan.

Begitulah dengan penulis. Seorang atlit profesional terlahir dari sebuah pelajaran sederhana (ketika SD) yang tersusun dalam sebuah buku. Dalam kata lain, tidak akan ada atlit nasional tanpa adanya buku. Karena seluruh sekolah saat ini memakai sistem pembelajaran dengan menggunakan buku.

Maka tanpa penulis buku tidak akan ada. Tanpa ada buku, atlit hebat serta sosok-sosok hebat lainnya tidak akan ada.
Hal ini memberikan kita penjelasan yang nyata, bahwa penulis memiliki kemuliaan.

Lalu kamu mau pilih yang mana?
Penghargaan dari manusia dalam bentuk simbolik
Atau kemuliaan yang Tuhan berikan dalam bentuk kebahagiaan yang abadi yaitu surga?

Meski manusia tidak menghargai kita (sebagai penulis) namun banggalah karena dengan tulisan Allah bisa memuliakan kita.

Facebook Comments

Uncategorized

3 thoughts on “Dikala Atlit lebih dihargai daripada Penulis Mari kita coba memikirkan…

  1. Jaka sembung naik ojek..gak nyambung jek…
    Saya guru..saya juga mantan atlet…semua saya dapatkan tinggal Bapak mau usaha atau tidak…”tidak akan berubah satu kaum, jika dia tdk berusaha untuk merubah nasibnya sendiri..”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *