Di Sekolah Alam Indonesia, proses pembelajaran PjBL dikenalkan kepada orang…

Di Sekolah Alam Indonesia, proses pembelajaran PjBL dikenalkan kepada orang tua dengan cara para ortu ini mengikuti proses PBM sampai tuntas, sambil kemping.

Dari kegiatan ini ortu siswa tahu persis apa yg dilakukan anaknya di sekolah.

Pengalaman adalah guru yg baik.

Facebook Comments

Uncategorized

12 thoughts on “Di Sekolah Alam Indonesia, proses pembelajaran PjBL dikenalkan kepada orang…

  1. Di sekolah² negeri pun bisa. Bahkan ide dan kreatifitas guru di sekolah² negeri pun tak kalah bagus. Hanya saja… eksekusi menjadi sebuah tindakan nyata. Butuh NYALI dan harus GILA.

    Guru² di sekolah² Negeri bak Katak dalam Tempurung… Bagaikan Pungguk merindukan Rembulan.

    Kita mau tapi tak mampu. Tak mampu berhadapan dengan Pemerintah, Guru (oknum) dan Wali Murid yang Mental-nya tidak terbuka.

  2. UU no ttg Sisdiknas th 2003

    BAB III
    PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
    Pasal 4

    (1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan
    menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
    (2) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan
    multimakna.
    (3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta
    didik yang berlangsung sepanjang hayat.
    (4) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan
    mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
    (5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
    (6)Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melaluiperan serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

    => Terutama ayat 2 dan 6.

  3. Tambahan:

    Bagian Ketiga
    Hak dan Kewajiban Masyarakat
    Pasal 8
    Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi
    program pendidikan.
    Pasal 9
    Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.

  4. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip
    pembelajaran yang digunakan:
    1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
    2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis
    aneka sumber belajar;
    3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
    pendekatan ilmiah;
    4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
    kompetensi;
    5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
    6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju
    pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
    7. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
    8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills)
    dan keterampilan mental (softskills);
    9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
    peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
    10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan
    (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun
    karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
    pembelajaran (tut wuri handayani);
    11. pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;
    12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,
    siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas;
    13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
    efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
    14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta
    didik.

    ==> Lihat no.11 dan 12

    ==> Ortu bisa mendukung proses belajar di rumah jika ortu juga paham apa yg dilakukan di sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *