(Bukan Dilan) 1997 Lepas SMA ditawari mengajar play group yg…

(Bukan Dilan) 1997

Lepas SMA ditawari mengajar play group yg baru dibuka. Ga ada background pendidikan, ga ngerti metoda mengajar, dan ga ngerti psikologi anak. Syaratnya cm biasa berinteraksi dg anak kecil. Karena terbiasa mengajar di Sekolah Minggu sy kira tak ada salahnya dicoba, drpd ga ada kegiatan. Sy mmg blm ada keinginan melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah saat itu. Gaji pertama sy waktu itu 125rb. Omaigat…! Buat 2x PP naik angkot setiap haripun dari rumah sy di Pekayon Bekasi ke Gunung Putri Bogor pun ga cukup. Tp krn terlanjur senang dpt pekerjaan drpd malu keliatan nganggur di rumah, sy trima tawaran itu. Secara resmi sy pun dipanggil Bu Guru oleh kiri kanan rumah, dan mulai banyak yg minta anaknya dilesin calistung. Pencitraan itu mmg penting, hehehe..

Th kedua bekerja, Ibu sy mengingatkan sy utk melanjutkan kuliah. Beliau tdk ingin disalahkan jika nanti hidup saya madesu gara-gara tdk berpendidikan tinggi. Th ketiga sy ambil kuliah malam, sambil tetap ngelesin sana-sini. Tp bukan jurusan pendidikan yg sy tekuni, krn dari dulu sy tdk pernah bercita-cita jd guru. Berangkat pagi pulang malam, hanya hr minggu khusus utk beribadah dan mengerjakan tugas. Baru 1 semester sy mulai keteteran… Akhirnya sy keluar dr pekerjaan guru itu.

Tapi krn kekurangan biaya tahun berikutnya ditengah jln juga pernah mengambil pekerjaan guru honorer di negeri dan swasta unit SD. Krn kesibukan mjd guru kelas sy sempat cuti kuliah. Disitulah saya ditempa menekuni profesi ini. Penuh lika-liku.. sarat perjuangan dan air mata..

Singkat cerita, setelah menikah sy tdk punya kehidupan diluar selain menjadi nyonya rumah tangga di sebuah desa kecil di kaki gunung merapi. Erupsi Gunung Merapi Jogja th 2010 memaksa sy hrs mencari pekerjaan, krn suami berangkat transmigrasi ke Ogan Ilir. Untuk menghidupi kedua bayi yg baru berusia 2 th dan 6 bulan sy memberi les dari rumah ke rumah. Krn hrs mengurus anak2 sendirian, sy hanya ambil pekerjaan paruh waktu.

Waktu berlalu, kini sy menjadi guru full time di sebuah sekolah swasta. Dg latar belakang teknik, sy menjadi guru ART. Ada kepuasan tersendiri saat mengajar dan membagi ilmu yg sy miliki kepada anak didik sy. Saya seperti melihat masa kecil sy yg dulu jg haus akan pengetahuan. Namun karena kerepotan memgurus anak dan pekerjaan yg menyita waktu, setelah 7 th sy belum juga sertifikasi. NUPTK saja baru kelar tahun lalu. Teman2 seangkatan sdh menikmati tunjangan yg mmg menjadi hak mereka. Sy cukup mengandalkan gaji saja, dg sampingan bisnis kecil-kecilan, menjual aneka sarapan utk sesama guru (hanya guru loh ya..) di sekolah. Jam 6.15 pagi biaanya dagangan sy sdh habis (bawaannya jg terbatas kok, hehehe..) Lumayan buat beli bensin sehari-hari. Pernah teman menyarankan knp ga ngajar les privat aja? Hasilnya lbh besar. Ah, tp nanti siapa yg akan menemani anak sy setelah seharian ditinggal bekerja? Mengejar materi secukupnya saja. Walaupun setiap hr bangun jam 3 utk masak, tp tetap tdk kehilangan waktu yg berharga dg buah hati sy dan jg tdk mengganggu jam mengajar.

Ya.. saya bahagia. Meskipun bukan passion sy, profesi ini telah membentuk saya menjadi pribadi yg lebih memahami arti kehidupan. Menumbuhkan kebaikan lewat kasih sayang dan ketulusan. Membuka pintu cakrawala seluas-luasnua kpd calon-calon penakluk dunia.. Saya tdk tahu sampai kapan bisa menjalaninya, saya hanya sebuah pena.., biar Tuhan yg menggoreskannya…

Facebook Comments

Uncategorized

10 thoughts on “(Bukan Dilan) 1997 Lepas SMA ditawari mengajar play group yg…

  1. There’s no need to be perfect to inspire others. Let people get inspired by how you deal with your imperfections. There are people in life whom you unknowingly get inspired simply by being you. ~Unknown

  2. Hebat. Sungguh hebat. Ternyata Ibu pilsafat kehidupan yang sunghuh mengagumkan. Terima kasih Bu. Banyak dialami banyak terinspirasi akan perjalanan hidup. Ternyata saya, anda, dan orang sekeliling kita menjadi insfirasi dan mendorong lebih semangat menjalani hidup ini. Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *