Boikot Ujian Nasional! Di saat ini, ada banyak berita ttg…

Boikot Ujian Nasional!

Di saat ini, ada banyak berita ttg anak SMA di Amerika yang sudah membentuk sebuah gerakan nasional, sudah 1x aksi mogok belajar, dan katanya akan dilanjutkan dgn yang aksi besar pada tgl 24 Maret 2018. Mereka protes terhadap pemerintah yang tidak mau mengubah UU utk larang senjata api, dan biarkan anak jadi korban terus dalam penembakan di sekolah. Mereka anggap kondisi ini sudah tidak bisa mereka terima lagi. Jadi mereka siap protes terhadap pemerintah, sesuai dengan ajaran negara demokrasi.

Di Indonesia, kebanyakan siswa, orang tua dan guru yang saya kenal tidak mendukung Ujian Nasional (UN), dan anggap tidak adil bagi siswa dan guru. Lalu reaksinya adalah “DIAM DAN TAAT”, dan menganggap diri “hanya satu siswa, hanya satu guru, hanya satu ibu” dan tidak punya kekuasaan apapun untuk mengubah kebijakan pemerintah.

Siapa yang mengajar prinsip “demokrasi” di sekolah2 di Indonesia? Sepertinya para guru belum paham, jadi bagaimana siswa bisa paham? Diam dan taat terhadap pemerintah dalam segala hal memang berlaku selama Orde Baru. Tapi dalam sebuah negara demokrasi, seharusnya ada HAK utk tidak setuju, dan berhak didengarkan dan ditanggapi. Apakah Indonesia sudah menjadi negara demokrasi? Kalau sudah….

Boikot Ujian Nasional!

-Gene Netto

Facebook Comments

Uncategorized

21 thoughts on “Boikot Ujian Nasional! Di saat ini, ada banyak berita ttg…

  1. Takut terciduk sendirii tdk naik pangkat dan gaji dianggap brani melawan perintah atasan bisa2 tersingkir dan terkucil sendiri tak ada teman yg membela tak sanggup membayar pengacara jk dipermasalhkn secra hukum

  2. Yg harus di boikot itu guru” expart karena di indonesia banyak guru yg berkualitas tetapi hanya di pandang sebelah mata oleh sekolah” SPK bahkan gajinya pun bisa berbeda jauh berkali” lipat antara guru expart dan guru lokal padahal keilmuannya sama.

  3. Orang Tua banyak yg pelupa.. Diluar mereka susah mencari uang… Mereka paham, Ada harga mahal untuk yang terbaik… Berani Mahal utk Pendidikan Anaknya… Tetapi berharap anaknya bisa menjadi yg sesuai diharapkan… Tetapi ga pernah kritis, “APA bisa pengajar mencetak Anak” yang terbaik, jika pengajar tidak diperlakukan lebih baik…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *