Berbagi Pengalaman : Sejak awal saya tidak berminat jadi guru…

Berbagi Pengalaman :
Sejak awal saya tidak berminat jadi guru tetapi terlanjur Ijazah saya S.Pd
Saya pernah bekerja di perusahaan, tetapi waktu saya balik ke dunia pendidikan ini.

Sejak awal, saya kurang tertarik jadi guru adalah diakibatkan gaji guru yang tidak memadai. Dari sejak saya SD hingga tamat S1 gaji guru honorer sangat memprihatinkan. Tentu saja ini mempengaruhi kinerja dan semangat seorang guru. Bagaimanapun kita tidak bisa melawan waktu, tapi kadang guru honorer di gaji tidak layak standar hidup.

Banyak orang bilang, bahwa jadi guru adalah Pilihan. Banyak orang bilang kalau tidak suka jadi guru silahkan cari pekerjaan lain ! Se simpel itukah ?? 😎

Facebook Comments

Uncategorized

26 thoughts on “Berbagi Pengalaman : Sejak awal saya tidak berminat jadi guru…

  1. Bekerja yg ikhlas aja……… Kalau mau jadi guru, ya.. Itu.. Kudu ikhlas, walaupun jd guru…. Kalau pengin pendapatan lebih besar, yah.. Jangan jadi guru……. Saya pernah honorer 10 tahun…. Iklasin saja, emang mungkin takdirnya jadi guru… Toh, anak anak saya bisa sekolah di sd it….. Rejekinya alloh yg ngatur… Jika kita ikhlas, alloh akan memberi jalan yg terbaik…….. Tdk usah berkecil hati dengan honor kecil…….. Waktu ngajar, kita berusaha jadi guru yg terbaik buat murid murid kita…. Habis, sekolah kita cari ladang yg lain…. Itu mah, pendapat saya… Makasih

  2. Kecintaan..
    Tidak bisa diukur dg gaji/materi. Begitu jg kesejahteraan. Tidak ada kata cukup..
    Adakah guru yg kelaparan? Adakah guru yg tdk bs menyekolahkan/mengkuliahkan anaknya? Kembali lagi tujuan hidupnya apa? Berkat tdk hanya dari gaji, tp juga sukacita. Kesuksesan bukan berarti tentang status, tp juga kepuasan.. Gaji bisa salah hitung, tp berkat tdk pernah salah tujuan..

    Kesetaraan gaji guru dg profesi jasa lainnnya perlu dipikirkan dan diperjuangkan. Untuk proses ini kita sendiri masih perlu banyak berbenah diri..

  3. Guru adalah seorang manusia yang bisa merubah hidup manusia, kita sebagai guru harus benar2 menjalankan apa itu yg namanya ke ikhlasan ..
    Yakin lah .. rezeki gak ada ketuker, allah udah mempersiapkan rezeki kita..
    Menjadi guru bukan lah nasib
    Karna menjadi seorang guru tidak sembarangan, guru itu adalah seorang pilihan ..
    Jadi bersyukurlah jikalau kita menjadi guru..
    Krna kita adalah orang2 pilihan allah swt , untuk mendidik …
    Jadi bersyukurlah apa yg telah allah berikan kepada kita ..
    Mohon maaf jika ada kata yg salah, jika ada yg kurang mohon dilanjutkan ☝…
    Dan semua kembali lagi ke pemerintah untuk memperhatikan guru2 di indonesia .
    #salamGuruMIS

  4. Jd hrs diawali dalam hati bhwa jd guru itu honornya kecil tp dgn niat ikhlas mencerdaskan anak didik dan membuah pahala. Ingat logo madrasah ” ikhlas beramal” klo di mi swasta itu honoran 3 bln sekali itupun kadang tdk dihonor. Maka dri itu kt ikhlaskan saja hee

  5. Jujur karena mengajar saya jd suka nggambar…. Karena setiap pelajaran SBK… Murid gambar saya y ikut gambar…. 🙂 kedepan saya pengin belajar main ukulele…. Siapa tahu saya hobi… Bisa ngiringin murid2 nyanyi….

  6. 😊☺
    Kuliah jurusan pendidikan dari semester 1 sampai dapat titel S.Pd koq bisa ada kata ‘tidak berminat jadi guru tetapi terlanjur ijazah saya S.Pd.’ … ?? Terbersit pertanyaan itu barusan, Pak … 😃

    Untuk dapat S.Pd. itu juga nggak main-main lho … Bapak (dan saya) beneran belajar bukan. Skripsi juga bikin bukan? 😄

    Tapi tadi pertanyaannya hanya selintas datang saja.
    Toh terserah Bpk.
    That’s your own life, Pak.

    Semoga Bapak segera menemukan kebahagiaan dalam menjalani aktifitas profesi Bpk. Entah tetap jadi guru, ataupun akhirnya nanti pindah ke profesi lain.
    Aamiin. 😇😇😇

    Note: Saya termasuk yang sepakat bahwa menjadi guru adalah pilihan.
    Yups. Simple. Yang berat dan tidak simple adalah saat menjalani pilihan tsb. Baik tetap jadi guru ataupun berpindah ke profesi lain.
    Tetap amanah, sungguh-sungguh dan dilakukan dengan niat baik.
    Everything will be ok.
    Kita punya Tuhan YME koq.

    Doa yang terbaik untuk kita semua … 😇😇😇

  7. Ya, saya juga salut dengan analisa bapak yg mendalam. Tahun 2007 saya lulus SMA. Masuk ke Universitas Negri. Masuk ke Universitas negri adalah sebuah prestasi saat itu, apalagi di peroleh dengan jalur SPMB (SBMPTN) sekarang… Siapa yg tdk bangga jika nama kita ada di koran nasional ?

  8. Menurut saya memang se-simpel itu dan itu sudah saya lakukan. Dulu begitu saya lulus fakultas keguruan tidak melamar jadi guru, karena merasa gaji guru kecil. Namun setelah beberapa tahun bekerja saya kepikiran ingin mengamalkan ilmu dan mengabdi untuk almamater. Namun sekarang meskipun gajinya kecil saya senang menjadi guru. Nanti kalau hati saya sudah tidak merasa senang jadi guru, ya cari pekerjaan lain saja. Karena kalau mengajar tidak dengan hati kasihan anak-anak.

  9. Kenapa harus selalu mikirin uang ,, jadi guru itu pekerjaan yang punya ibadah lebih yang inshaallah mengalir terus meskipun sudah meninggal . Rezeki pasti mengikuti , klo ingin kaya / punya uang lebih berarti harus pintar cari peluang usaha / sampingan misal dengan les/private .

  10. Hidup itu pilihan, trmasuk mnjadi guru, pnuh keikhlasan, sy jga ikut empati pd guru2 GTT yg blm dpt tnjangan TPP. Sarjana, ttapi gaji dbawah umr. Salah satu jalan mmang cari pnghasilan lain dluar guru.

  11. Rezeki dunia kan sudah ada jatahnya. Apapun alat pancingnya, tetep jatah ikannya gak bakal berubah. Justru beruntung yang mancing pake alat pancing “guru”. Karena kesempatan untuk berburu rezeki akhirat lebih banyak. Inget lho. Rezeki dunia sudah pasti, gak usah dikejar. Yang belum pasti aja yuk yang kita kejar. Hehehe

  12. Pada saat memilih jurusan waktu kuluah dulu harus betul betul dipertimbangkan. Bukan asal pilih saja karena mrnyangkut kehidupan yg panjang .
    Nampaknya yg membuat status saat memilih jurusan asal pilih aja yg penting sekolah . Awal yg salah maka selanjutnya akan terbebani . Saya kiri S.Pd tidak harus menjadi guru honorer …. klo memang tdk suka menjadi guru lepaskan S. Pd itu dari pada jadi beban , kita bisa membuka peluang kerja lain . Saya kira banyak klo kita mau .

    @berfikirberkreatifbertindak

  13. Ktika sy lulus kuliah dr IKIP Bandung…sy langsung hijrah ke Jakarta… Thn 1989 wisuda bln okt… Mrasa senang didpan nm sy ada Dra.
    Sy kerja di private company di Jakarta. Gak tertarik jd guru… Tp ktika sdh menikah saat itu sy kerja dibuying agent…milik org German… Ngurusi eksport… Dgn gaji 600rb/bln.
    Ktika itu sy ingin skali mengabdikan diri jd guru…ikut test di thn 1995… Alhamdulillah lulus dan ditmpatkan di kota asal sy.
    Pengalaman kerja di swasta membuat sy kerja ckp disiplin… Pd hal saat itu gaji CPNS hanya 120rb.
    Entah mengajar dan mendidik itu bg sy memiliki knikmatan tersendiri… Sy jalani dgn penuh suka duka smpai saat ini.
    Kerja jd guru itu hrs iklas… Semangatnya mengabdi… Smoga bpk ibu guru honor yg penghasilannya memprihatinkan… Tp kerja penuh keiklasan … Insyaallah Allah bukakan pintu rizki yg seluas2nya…dan cpt diangkat jd CPNS.Aamiin Yaa Mujibassailin.

  14. Bu Nani Mufida : anda udah tamat kuliah tahun 1989 sedangkan saya lahirnya tahun 1989 bulan 6 😂😂😂

    Kita hidup di era yg berbeda buk, bayangkan bagaimana berbedanya zaman dulu dengan zaman skrg…

    Tapi, masih penasaran dgn lika liku perjalanan hidup ibu lho…

  15. Ya ita toooo … tulah gru ia tidak mngnal gaji & tidak pernh mengharap apa2…sehingga disebut “tampa tanda jasa”bukan sekder hitung brapa gaji hont atau pns…kalau tidak ikhlas jangn banxk komen….

  16. Kalo mau dipandang simple dan sederhana tdk salah juga… (dari mereka yg berorientasi materi dan hukum sebab-akibat)
    Tapi menurut saya pilihan pekerjaan /profesi itu dilatar belakangi dari suatu kondisi yg kompleks sehingga jatuhlah keputusan / pilihan itu) artinya jadi guru mungkin bukanlah sesuatu yg kita cita2kan, tapi merupakan suatu keputusan / pilihan, yg tentunya suatu kwputusan akan memiliki konsekwensi tersendiri.
    Mana kala kita sudah menyadari akan konsekwensi jadi guru… maka kitapun dpt dengan mudah menikmati dan bahagia dg konsekwensi tersebut.
    Hidup yg Bahagia tdak diukur dari materi belaka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *