assalamu’alaikum bp/ ibu…sy mau jurhat nich..bukan masalah gaji honor atau…

assalamu’alaikum bp/ ibu…sy mau jurhat nich..bukan masalah gaji honor atau masalah teman2 d kantor.tp ini masalah yg sy bilang serius.sy punya anak didik kelas 2 MI. sejak TK dia tdk mau berbicara.mulutnya terkunci…walhasil nilai yg terkait tentang ibadah, hafalanpun kosong..sudah berbagai cr d lakoni oleh guru2 d sini.tp tak oernah memnawa hasil. d rumahpun hanya sepatah dua patah yg ia katakan.itupin hanya kepada kakaknya…adkah yg punya solusi???

Facebook Comments

Uncategorized

25 thoughts on “assalamu’alaikum bp/ ibu…sy mau jurhat nich..bukan masalah gaji honor atau…

  1. Karena dekat dg kakaknya coba rangsang dg cerita bergambar ,cerita mainan kesukaanya,pengalaman selama disekolah, apa kedua ortunya selalu menanyakan kegiatan dan pengalaman anak disekolah serta kesulitan anak setiap harinya

  2. Saya pernah 3x mendapatkan anak didik yg tidak mau bicara sejak TK.
    Anak pertama dia trauma dgn kejadian saat di TK, al hasil sampai kelas 2 SD tidak mau bicara. Pertama kali saya ajak bicara dia hanya menatap tidak respon. Saya terus melakukan pendekatan setiap hari sy luangkan waktu utk bicara dgnnya. Suatu saat ketika sedang melakukan percobaan sains tetiba dia bersuara lantang menjawab pertanyaan saya. Kami semua seisi kelas kaget luar biasa. Saya pun sangat terharu mendengar suaranya. Sejak saat itu dia tidak lagi mengunci mulutnya.
    Siswa kedua ada masalah dengan kecemasan lingkungan. Dia sangat cemas jika masuk lingkungan baru. Awalnya saya salah faham terhadapnya. Akhirnya saya sadar dan merubah pendekatan yg saya lakukan. Pada saat itu penilaian yg berkaitan dengan kemampuan bicara atau menghafal dilakukan melalui rekaman video. Rekaman video diambil ketika anak dirumah bersama ibunya. Hingga suatu ketika anak ini jatuh dan sy membawanya ke rumah sakit. Disitu momen sy bersama dengannya. Kami merasa sangat dekat. Sejak saat itu dia mulai berani utk berbicara.
    Siswa ketiga pun sama. Dia adalah siswa pindahan dari sekolah lain. Pertama kali masuk dia ketakutan dan menangis. Saya dekati dia tidak bergeming. Saya terus dekati. Hingga saya melihat dia mulai nyaman dengan teman2nya. Saya ajak siswa utk bekerjasama membantu dia untuk menghilangkan rasa takutnya dan mengajaknya bicara. Beberapa teman mulai dekat dengan dan sering bermain bersama. Saya sering melihat dia tertawa dan tersenyum. Hingga suatu hari siswa2 saya bilang dia sudah mau bicara. Saya pun penasaran krn dikelas saya masih belum mendengar suaranya. Suatu saat ketika jam bermain, sya mendengar dia berteriak memanggil nama temannya Saya kaget dan sangat terharu. Utk penilaian awalnya sy meminta bantuan temannya utk membantu sy namun lama kelamaan dia pun mulai PD dan bisa melakukannya sendiri.

    Demikian. Semoga cerita ini bermanfaat

  3. Rekomendasikan orang tua siswa utk membawa anaknya ke bagian tumbuh kembang anak di rs terdekat, disana nanti bisa di skrining untuk mengetahui apa masalah anak. Kalau diperlukan, nanti poli tumbuh kembang bisa merekomendasikan terapi wicara dsb.

  4. Saya pernah punya pengalaman yang sama bahkan dua anak sekaligus kakak beradik (kembar). Apa yg saya lakukan Bu Rini Tuti? 1. Melakukan kunjungan ke rumah, 2. Memperbanyak kegiatan dengan permainan, 3. Mendesain pembelajaran dengan bernyanyi, 4. Memberikan kepercayaan kepadanya dlm berbagai kegiatan, 5. Sering-sering melatih menggambar dan menceritakannya kepada teman, 6. Memberikan pengertian kepada semua teman di kelasnya, 7. Mengajaknya dialog dari hati ke hati dengan memberinya rangsangan, misalnya lagu kesukaannya, makanan kesukaannya, bercerita tentang ibunya, ayahnya, dll.

  5. Mungkin kita sebagai gurunya kalau pengalaman saya kita ajak bercerita misalnya tentang cerita nabi .nabi kitakan banyak jadi ceritanya pindah 2 mungkin saja dan insya allah dari cerita tersebut dia ada yg tertarik sehingga ai ter rangsang lidah nya utk bicara

  6. Saya pernah coba, dgn berkomunikasi nya pake nulis dikertas, di awali dgn pertanyaan ringan, misalnya ” hai cantik, apa kabar?”, awal responnya gak ada, jika kita sabar kontinu, insyaAllah lama2 anaknya mau menulis lalu ngomong.

    Jgn lupa cari tahu latar belakang keluarganya

    Anak2 seperti itu mungkin sejak bayinya sedikit banget diajak ngomong sama orang terdekatnya atau ada trauma kekerasan 😊

  7. Coba didekati, siapa org yg paling dekat dg dia, untuk memberi rasa percaya dirinya beri dia pujian setiap kemajuan, saya punya pengalaman yg hampir sama dan semua saya tulis di buku Dia Tidak Bisu

  8. Banyak sebab anak yg seperti itu , kita ada pendekatan2 rangkulah dia dengan kasih sayang dan sapa dia dengan penuh rasa persahabatan sehingga lama jelamaan anak merasa nyaman dengan kita , setelah dia merasa nyaman dan bersahabat disinilah kita pelan2 membuka pembicaraan , jangan terlalu serius dulu , lakukan dengan canda , bercerita kisah2 lucu dan yg menyenangkan , dalam intinya selalu dengan hati yg ikhlas insya Allah pada akhirnya anak bisa bicara dan mengeluarkan pendapatnya ( ini sering sy praktekkan saat sy menemui anak yg demikian ) semoga pengalaman sy ini bisa diterapkan.

  9. Biasanya anak yang begitu masa kecilnya sering dimarahi misalnya tak mau makan dibentak,trauma lihat orang lain,trauma dengan orang baru,dilarang ini dan itu jadi trauma berat,solusinya di bawa saja refresing keliling kota paling tidak 2x seminggu,sambil memperkenalkan apapun yg dilihat dijalan .berbicaralah dengan lembut ajaklah berbicara terus menerus,supaya dia percaya diri semoga berhasil

  10. bp/ibu..sblumnya terimakasih sarannya..tp smua dah d laksanakan oleh wali kelasnya….kadang hanya tersenyum sj tdk mau menanggapi dengan bicara.kadang jg suka usil membuka jilbab guru2nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *