Apa perbedaan antara “knowledge” dan “understanding” ? (dikutip dari buku…

Apa perbedaan antara “knowledge” dan “understanding” ? (dikutip dari buku Understanding by Design, Grant Wiggins & Jay McTighe — di bagian manakah pembelajaran di sekolah kita pada umumnya ?

Facebook Comments

Uncategorized

18 thoughts on “Apa perbedaan antara “knowledge” dan “understanding” ? (dikutip dari buku…

  1. Hal ini yg sedang kami pelajari, smua materi harus mencapai understanding, sehingga siswa bukan cuman tahu, melainkan siswa memahami makna dari pembelajaran setiap materi.

  2. Knowledge : LOTS (lower order thinking skills)
    Understanding : HOTS (higher order thinking skills)

    Selama ini pembelajaran di sekolah lebih menekankan pada Lower Order Thingking Skills (LOTS) atau kemampuan berpikir tingkat rendah yang hanya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan faktual yang alternatif jawabannya hanya satu dan biasanya jawaban tersebut berupa sesuatu yang dapat ditemukan langsung di buku atau hapalan, seperti pertanyaan Siapa? Kapan? Dimana? Kemampuan berpikir tingkat rendah merupakan perantara untuk kemampuan berpikir yang lebih tinggi.

    (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah kemampuan berpikir dan bernalar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang rumit dan atau memecahkan suatu kasus atau masalah. Keterampilan ini perlu dilatihkan sejak usia sekolah dasar agar siswa terbiasa dengan cara berpikir tingkat tinggi yang akan menjadi modal pada jenjang pendidikan berikutnya. Kemampuan berpikir tingkat tinggi juga membuat siswa mampu menyampaikan gagasan secara argumentatif, logis, dan percaya diri, baik secara tertulis, lisan, dan tindakan. Kata kunci pertanyaan untuk melatih berpikir tingkat tingi antara lain: mengapa? bagaimana caranya? berikan alasan! dengan cara apa? harus bertindak bagaimana? seandainya? dan lain-lain.

  3. Bapak Ibu Guru yang budiman … terima kasih atas komen2nya. Saya sengaja tidak memposting bergaya “definisi” dan memilih yg bergaya “versus” 🙂 Model pembedaan seperti di atas, secara umum dipandang lebih mudah dipahami dalam konteks “perlawanan makna”, walaupun belum tentu demikian. “Knowledge” dan “Understanding” secara realistis sepertinya tidak bisa dipisahkan , apalagi “dilawankan”, terlebih dalam konteks pendidikan. Saya hanya menduga2 bahwa di dalam buku tsb, penulis ingin mengedepankan (baca : “menjual”) judul bukunya secara lebih pasti dan konkrit. Dan kebanyakan dari kita pun sepertinya akan bersepakat bahwa “understanding”-lah yang akan dicapai dalam setiap proses pembelajaran. Di buku itu disebutkan satu contoh, bahwa teorema phytagoras adalah suatu fakta perhitungan matematis yg bisa dibuktikan secara empiris. Tapi masih bisa terjadi bahwa seorang anak yang hafal rumus phytagoras tetap tidak bisa mengerjakan soal cerita matematika yang semestinya bisa diselesaikan dgn rumus tsb. Dan sekali lagi, sepertinya kita semua sepakat bahwa dari penggambaran di atas, problem kedua-lah yg ingin terpecahkan dan tercapai 🙂 wallahu a’lam 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *