*ANAKKU SEKOLAH SD?* Seorang ibu sebut saja Bunda Sayang bertanya…

*ANAKKU SEKOLAH SD?*

Seorang ibu sebut saja Bunda Sayang bertanya ke guru. Anakku sdh 7 tahun tapi belum matang untuk sekolah. Sebaiknya mengulang di TK B saja ya Bunda?
Guruku lalu bertanya, apa maksud Bunda belum matang?
Emosinya Bunda. Kalau ada maunya tak bisa dicegah. Semua harus dituruti. Bagaimana di SD nanti, anaknya kan banyak. Bisa bisa anakku di bulli nantinya.
Guruku memperhatikan dengan seksama penjalasan ibu yang penuh ke khawatiran. Belum juga terjawab datang lagi ibu sebut saja Bunda Cinta ke guru saya.
Bunda, anak saya TK A saja tak usah ke B dia sudah bisa membaca. Saya akan masukkan SD swasta dekat rumah. Tidak harus 7 tahun yang penting dah bisa membaca…

Ibu tak lama lagi penerimaan murid baru di SD topik ini masih banyak terjadi. Apa yang terjadi pada Bunda Sayang dan Bunda Cinta tampaknya kejadian yang lazim. Ini pertanda bahwa sebagian besar orang tua berpandangan yang berbeda2 tentang kesiapan belajar,

Apa itu kesiapan belajar? Pandangan Neurosains Terapan kesiapan belajar dilihat dari kematangan saraf dan fungsi struktur otak. Pada anak usia 7 tahun seharusnya area otak ya g mengatur disiplin, gerak kasar dan gerak halus sdh mampu bekerja secara harmoni. Sensor bekerja dengan baik, gerak sudah praksis, artinya bertujuan. Sehingga ide dan gagasan dapat direspon dengan tepat.

Kematangan gerak pada awalnya dapat terstimulasi secara alamiah. Area bermain anak masih luas, bermain bersama teman dan keluarga besar dengan interaksi verbal dan gestur serta ekspresi terpapar dengan mudahnya. Tetangga saling sapa, teman2 saling menghampiri hanya sekedar jalan sore. Secara alamiah gerak dan komunikasi terbangun dengan baik. Pada keluarga- keluarga ada aturan yang tak tertulis tapi dilakukan dengan konsisten sebagai sebuah kebiasaan. Misalnya cuci kaki dan sikat gigi sebelum tidur. Anak melihat ibunya menyiapkam sarapan pagi dengan pola yang konsisten. Makan di meja makan atau di balai tikar bersama. Mereka makan bersama dan saling bertukar cer

Facebook Comments

Uncategorized

4 thoughts on “*ANAKKU SEKOLAH SD?* Seorang ibu sebut saja Bunda Sayang bertanya…

  1. Klou sekarang usua anak masuk SD 7 tahun klou kurang dari 7 tahun belum diterima .dulu mau masuk SD kalou tangan kiri diaras kepala bisa pegang telinga kanan bru ditrima .

  2. Sikap emosional seorang murid dalam belajar sangat mempengaruhi kesiapan belajarnya (readiness for learning). Menurut penelitian,seperlima dari murid-murid yang terbelakang membaca,disebabkan adanya ketegangan emosionalnya. Ketegangan-ketegangan emosi (emotional tension) ini kerap kali merupakan sebab dan akibat dari kegagalan belajar anak.
    Hal-hal yang menimbulkan ketegangan emosi itu antara lain disebabkan oleha :
    a. Kebutuhan yang tidak terpenuhi
    b. Anak-anak yang terlalu dilindungi (over protection)
    c. Rejection (sikap antagonist terhadap orang lain. Anak yang diterima dengan tidak senang hati oleh orang tuanya)
    d. Pengalaman kegagalan di luar sekolah
    e. Kesulitankesulitan diluar sekolah

  3. Kematangan membentuk sifat dan kekuatan dalam diri untuk bereaksi dengan cara tertentu, yang disebut “readiness”. Readiness yang dimaksud yaitu readiness untuk bertingkahlaku, baik tingkahlaku yang instingtif (melalui proses hereditas), maupun tingkahlaku yang dipelajari.

    itu yang pernah saya baca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *